top of page
success stories

Dari Stay-at-Home Mom Menjadi Email Marketing VA

Setelah 14 tahun bekerja kantoran, Sanny memutuskan resign agar bisa lebih hadir untuk keluarganya. Ia kemudian mencoba membangun bisnis online, belajar menjadi Virtual Assistant, dan memilih niche Lead Generation.

Namun, ratusan email outreach yang ia kirimkan sebagian besar tidak mendapat respons. Sanny kemudian menyadari bahwa mendapatkan klien bukan hanya soal mengirim email, tetapi juga membangun awareness dan kepercayaan melalui tulisan.

Setelah belajar Email Marketing di Sekaw4n Growth, Sanny mampu membuat email campaign, newsletter, dan email sequence yang dapat digunakan dalam pekerjaannya.

Kini ia memiliki 3 klien aktif dari US dan Australia dan bekerja secara remote dari rumah.

Dari Belajar Sendiri Menjadi Lebih Siap Menangani Email Marketing

Fany mulai mengenal dunia remote work pada November 2024. Ia belajar dari nol, mencoba mendapatkan klien melalui Upwork, dan berhasil mendapatkan beberapa klien. Namun, karena masih menjalani pekerjaan full-time, ia sempat mengalami burnout.

Fany sebenarnya sudah mengenal email marketing, tetapi belum memahami bagaimana workflow-nya berjalan secara utuh, mulai dari eksekusi hingga reporting kepada klien.

Di bootcamp Sekaw4n Growth, ia belajar membuat lead magnet, landing page, copywriting email, automation, dan portfolio. Yang berubah bukan hanya skill-nya, tetapi juga pemahamannya tentang bagaimana email marketing dijalankan dalam project nyata.

Kini Fany bekerja dengan 5 klien internasional melalui Upwork: 3 dari US, 1 dari London, dan 1 dari Canada, dengan layanan Email Marketing dan SMM.

"Materinya benar-benar aplikatif. Kita langsung praktik pakai tools email marketing sungguhan."

3 Klien Aktif | US & Australia | Remote

— Sanny Susanto

"Perjalanan ini masih jauh dari kata sempurna. Tapi aku jadi lebih percaya diri untuk terus berkembang di bidang ini."

5 Klien Internasional | Email Marketing & SMM

— Fany Chandra

bottom of page